Jumat, 10 Juni 2016

"TIGA HAL YANG MENJADIKAN DOA ANDA BERKUASA"


Berdoa adalah sarana yang Allah sediakan bagi kita untuk berbicara dengan Dia. Melalui doa kita menyampaikan permohonan kita kepada Allah dan mengharapkan Dia dan belas kasihan-Nya untuk memberikan apa yang kita minta dari Dia.

Jika saya bertanya pada Anda: "Apakah semua doa kita tidak dijawab oleh Tuhan?" Tentu jawabannya adalah: Tidak! Sebab banyak orang telah menerima jawaban doa dari Tuhan

"Kalau begitu, apakah semua doa kita dijawab oleh Tuhan?" Jawabannya juga adalah: Tidak! Sebab ada juga banyak doa yang tidak dikabulkan Tuhan (lht Yak 4:3).

Kebenaran tentang doa adalah bahwa tidak semua doa kita dijawab oleh Tuhan. Hanya doa yang berkuasa, itulah yang dijawab oleh Tuhan. Oleh sebab itu, adalah perlu untuk kita memahami bagaimana kita berdoa dan doa kita memiliki kuasa, dalam arti dapat dikabulkan oleh Tuhan.


Kitab Suci memberitahu kita bahwa: “Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” (Yak 5:16).

Dari penggalan kebenaran ini, kita menemukan Tiga (3) hal yang menjadikan doa kita berkuasa atau dijawab Tuhan.


Pertama; Berdoa dan Bukan Melapor.

Yakobus menyebut hal yang bila dengan yakin didoakan, maka akan sangat besar kuasanya adalah: Doa, dan bukan laporan. Ada beda nyata antara berdoa kepada Allah dan melapor kepada Allah.  Melapor adalah memberitahu Allah tentang segala sesuatu yang terjadi dengan kita dan yang kita perlukan,  dari apa yang dapat kita ingat. 

Pendoa bertipe pelapor, hanya berbicara kepada Allah tanpa melibatkan kehendaknya. Ia memberitahu Allah tentang sesuatu supaya Allah mau, Allah ingin  dan Allah rindu untuk memberikannya, tetapi ia sendiri tidak “merindukan” apa yang ia minta. Pendoa seperti ini, hanya menginformasikan saja kepada Allah, tanpa betul-betul menghendaki, menginginkan dan merindukan apa yang ia minta melalui mulutnya kepada Allah. 

Misalnya ia berdoa meminta kesembuhan bagi tetantangga yang sedang sakit. Hatinya tidak benar-benar merindukan agar tetangganya sembuh dan sehat. Ia hanya melapor saja kepada Allah bahwa orang itu sakit dan meminta tolong agar Allah mau menyembuhkan, tetapi ia sendiri tidak betul-betul merindukan agar orang itu sembuh. Bahkan kadang-kadang, pikirannya pun tidak dilibatkan dalam berdoa. Mulutnya bicara lain, pikirannya memikirkan hal lain. Ia bisa saja berkata: “Berilah kesembuhan kepada ibuku.” Namun pikirannya berpikir tentang jemuran di tali, kambing di kandang, Ayam di dapur dan lainnya. Ini bukanlah doa!

Berdoa adalah berbicara kepada Allah dari diri Anda, yaitu tubuh, jiwa dan roh Anda.  Setiap kata yang Anda utarakan kepada Allah, harus berasal dari: 1). Roh atau batin Anda, dan 2). Disadari oleh jiwa, yaitu pikiran, perasaan serta kehendak Anda, serta 3). Didukung oleh sikap tubuh Anda. Paulus berkata: “Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku.” (1 Kor 14:15). Demikian juga, Alkitab telah mengatur bahwa berdoa haruslah disertai dengan sikap tubuh tertentu.  Misalnya: 

1). Menadahkan tangan. Alkitab katakan: “Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci , tanpa marah dan tanpa perselisihan.” (1 Tim 2:8).

2). Berlutut. Firman Tuhan berkata: Kemudian Ia menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelempar batu jaraknya, lalu Ia berlutut  dan berdoa, kata-Nya..” (Luk 22:41). “Tetapi Petrus menyuruh mereka semua keluar,  lalu ia berlutut dan berdoa. Kemudian ia berpaling ke mayat itu dan berkata: "Tabita, bangkitlah. " Lalu Tabita membuka matanya dan ketika melihat Petrus, ia bangun lalu duduk.” (Kis 9:40).

3). Merebahkan badan ke tanah atau Sujud. Alkitab berkata: “Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya....” (Mat 26:39).

Memang, hal-hal ini bukanlah suatu hal yang statis, tetapi juga penting dalam doa. Anda tidak harus menggunakan ketiganya secara serentak dalam berdoa, tetapi Anda bisa memilih salah satu dan menggunakannya, ketimbang berdoa dengan tidak beraturan sama sekali. 

Misalnya Anda membuka tangan, atau berlutut sambil mengatupkan jari-jari Anda, atau sujud  ke bawah sambil mengulurkan kedua tangan.  Elia begitu. Alkitab katakan: “Elia naik ke puncak gunung karmel, lalu ia membukuk ke tanah dengan mukanya di antara kedua lututnya.” (1 Raj 18:42). Kemudian Yakobus memuji Elia, katanya: ”Elia adalah manusia biasa sama seperti kita dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa supaya hujan jangan turun dan hujanpun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan. Lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujan dan bumi pun mengeluarkan buahnya.” (Yak 5:17-18).  

Jadi selain melibatkan roh dan jiwa, juga harus ada sikap tubuh dalam berdoa, karena Musa, Elia, Yesus, Para murid, bahkan Paulus, semuanya berdoa dengan suatu sikap tubuh dan Doa mereka disebut sebagai “Doa yang sungguh-sungguh”. 

Saat Anda berkata-kata kepada Allah dari dalam roh atau batin Anda, seraya disadari oleh pikiran, dihayati oleh perasaan dan dirindukan oleh kehendak Anda, serta didukung oleh sikap tubuh Anda, maka perkataan Anda adalah sebuah doa sungguh-sungguh yang mengandung kuasa, seperti doa-doa Elia dan para hamba Tuhan lainnya.


Kedua; Menjadi Orang Benar.

Hal kedua yang menjadikan doa Anda berkuasa adalah, menjadi orang benar. Yakobus berkata: “Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” (Yak 5:16).

Hidup saleh, yaitu berpikir yang kudus, melihat yang baik, mengucapkan yang benar, berhati tulus, adalah keunggulan yang membuat doa Anda didengar oleh Tuhan yang Kudus. Alkitab berkata: "Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong." (Maz 34:16). Memang, kita semua dilihat dan didengar oleh Tuhan, tetapi orang yang memilih berbuat yang benar “diperhatikan” oleh Tuhan. Doanya akan dikabulkan dan masalahnya akan ditangani oleh Allah. 

Lihat saja, Yesus dalam hidupnya sebagai manusia, Ia sama seperti kita, kecuali satu hal, yaitu Ia tidak pernah berbuat dosa.  Dan oleh karena kesalehan-Nya, doa-doa-Nya yang dipanjatkan kepada Bapa di sorga, dikabulkan oleh Bapa di Sorga. Alkitab katakan: “Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya  Ia telah didengarkan.” (Ibr 5:7). Kesalehan hidup membuat doa Anda besar kuasanya.  

Persoalan seringkali kita tidak didengarkan oleh Allah adalah, karena mulut kita bicara kotor, dolak-dalik, berbohong dan suka melukai perasaan orang lain. Pikiran kita erotis, najis, jahat dan hati kita menyimpan kepahitan, sakit hati, dendam dan niat jahat terhadap orang lain. Yesaya menyebutnya “Dosa dan Kejahatan”, dan memberitahu kita bahwa "itulah" yang menghalangi doa kita kepada Tuhan. Nabi itu berkata:

“Sesungguhnya, tangan  TUHAN tidak kurang panjang  untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu  dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar,  ialah segala dosamu.” (Yes 59:1-2).
 
Hal-hal jahat yang diam-diam Anda buat di dalam kamar tertutup dan diam-diam Anda pikirkan tanpa ketahuan orang lain, mereka hidup seperti arwah dan menjadi perintang atas doa-doa Anda. 

Karena itu supaya doa Anda besar kuasanya, jadilah orang yang saleh dan hiduplah sebagai orang benar. Jangan bicara kotor dengan mulut Anda, tetapi ucapkalah kata-kata yang baik dan benar. Jangan berpikiran erotis dan negatif dalam pikiran Anda, tetapi sebaliknya pikirkanlah yang kudus, yang baik, yang suci, yang murni dan yang positif.  Jangan menyimpan kepahitan, amarah, sakit hati di dalam hati Anda, tetapi sebaliknya, koleksilah di dalam hati Anda janji-janji Allah, nasihat-nasihat yang membangun iman  dan biarkan itu bersesak-sesakkan di hati Anda.

Robek saja poster-poster telanjang yang tertempel di kamar dan buang ke sampah; hapus foto-foto erotis dari HP ataupun komputer Anda dan bersihkan semuanya dari pikiran Anda. Tahan kuat-kuat bibir mulut Anda supaya jangan berbohong atau mengucapkan kata-kata yang jorok. Kepahitan dan berbagai sakit hati yang Anda lem di hati Anda, buka semuanya dan ganti dengan maaf dan sukacita. 


Dengan membersihkan diri Anda dari kejahatan di dalam hati dan dari berbagai dosa dalam perbuatan, Anda menjadi orang yang saleh dan doa Anda akan sangat besar kuasanya. Dia akan mendengarkan Anda dan pasti segera menolong Anda. Kitab suci menjamin bahwa: “TUHAN itu jauh dari pada orang fasik, tetapi doa orang benar didengar-Nya.” (Ams 15:29).



Ketiga; Berdoa Dengan Yakin.

Pada saat Anda berdoa, janganlah hanya bersuara, tetapi setiap kata-kata yang Anda utarakan dalam doa, ucapkanlah semuanya itu dengan keyakinan yang kuat. Ini bukan ngotot dengan tenaga, tetapi mempercayai sungguhan bahwa apa yang Anda ucapkan dalam doa adalah benar dan layak serta pasti diterima oleh Allah. 

Mungkin Anda berkata: “Dari mana kita tahu apa yang kita ucapkan dalam doa adalah benar dan layak dan pasti diterima oleh Allah?" Tahunya dari Tiga alasan utama:

Pertama; Karena apa yang Anda minta, memang dijanjikan oleh Allah. Bacalah Alkitab dan lihat apa saja yang dijanjikan oleh Allah, kemudian mintalah hal-hal itu dalam doa Anda. Misalnya kecukupan makanan dan minuman setiap hari. Hal itu dijanjikan oleh Tuhan bagi kita, jadi mintalah! Saat Anda mengatakan: “Bapa di Sorga, berikanlah kecukupan makanan dan minuman bagi kami sekeluarga pada hari ini”, jangan ragu-ragu lagi, tetapi ucapkanlah itu dengan penuh keyakinan bahwa Allah pasti memberikannya bagi Anda.

Jangan meminta apa yang Tuhan tidak janjikan. Misalnya, meminta agar Suami orang lain dibuat Tuhan menjadi Suami Anda. Itu ngawur.  Allah tidak menjanjikan yang demikian.

Kedua; Karena apa yang Anda minta tidak bertentangan dengan sifat-sifat Allah.  Mintalah hal-hal yang sesuai dengan sifat-sifat Allah. Misalnya, Anda berdoa: “Ya Tuhan, kasihanilah ibuku yang sedang sakit perut dan berikalah kesembuhan baginya.” Nah, Kasih adalah sifat Allah, jadi mintalah demikian! 

Jangan meminta yang tidak sesuai dengan sifat Allah. Misalnya: “Tuhan kutukilah Arnol karena ia telah mengkhianatiku dengan berselingkuh di belakangku.” Itu tidak benar! Sebab Allah tidak mempunyai sifat jahat seperti itu.

Ketiga; Karena apa yang Anda minta memang masih berada dalam kasih karunia Allah. Artinya begini: Anda meminta hal-hal yang memang  sedang disediakan atau akan disediakan oleh Allah; dan bukan yang sudah disediakan atau sudah dilakukan oleh Allah. Misalnya, Anda meminta: “Tuhan buatlah Matahari terbit besok pagi.” Itu tidak perlu! Karena hal itu telah disediakan atau diadakan oleh Allah. Mintalah hal-hal yang sedang disediakan atau yang akan disediakan oleh Allah.

Wawasan Anda dalam memahami  layak-tidaknya kata-kata doa Anda, sepenuhnya terletak di dalam pengenalan Anda terhadap Firman Tuhan dan pengenalan Anda terhadap Allah. Semakin Anda rajin membaca Alkitab, semakin Anda berhikmat untuk membedakan manakah yang dikehendaki Allah untuk Anda doakan dan mana yang tak layak Anda sebutkan dalam doa. Ini menentukkan seberapa kuat keyakinan Anda. Jika Anda samar-samar mengenai apa yang Anda katakan dalam doa, antara apakah itu layak atau tidak, maka keyakinan Anda pun ikut melemah. Iman selalu timbul dari Firman Allah.

Tetapi apabila Anda cukup peka untuk tahu bahwa apa yang Anda doakan adalah layak dan benar, maka keyakinan Anda besar dan dengan demikian Anda telah berdoa dengan iman. Ini menjadikan doa Anda sangat berkhasiat. Yesus berkata: “Apa saja yang kamu minta   dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya." (Mat 21:22); “Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.” (Mark 11:24). Jadi berdoalah dengan iman atau keyakinan, maka doa Anda besar kuasanya.



Kesimpulan

Jadi doa yang berkuasa dapat dimiliki oleh setiap orang Kristen. Asalkan: 1).  Berdoa sungguh-sungguh, yaitu bukan hanya melapor, tetapi betul-betul berbicara kepada Allah dari dalam roh atau batin Anda, sambil didukung oleh sikap tubuh. 2). Hidup sebagai orang benar, yaitu menjauhkan diri dari hal-hal yang najis dan berdosa. 3).  Berdoa dengan yakin, yaitu percaya sungguhan bahwa apa yang diucapkan dalam doa adalah benar dan layak serta pasti diterima oleh Allah. 

Dengan menerapkan ketiga hal ini, maka doa kita menjadi doa yang didengar dan dikabulkan oleh Allah. Amin...!


Kiranya bermanfaat untuk Anda dan juga saya. Tuhan Yesus memberkati.


Oleh:
Ps.  Ayub Melkior


6 komentar:

  1. Mohon dukungan doa untuk saya sudah 5 tahun sakit stroke dan insomnia. Terima kasih. Melchior Suroso

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga kamu cepat sembuh dari penyakit stroke dan insomnia, amin.

      Hapus
  2. Stroke berapa lama ya kalo boleh tau?
    Bisa hubungi Saya di WA 0895391270345, Saya punya herbalnya utk menyembuhkan sampai tuntas dan total
    Amin
    Gbu...

    BalasHapus
  3. Saya minta di bantu dalam doa.suapaya kami cepat punya momongan🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dalam nama Tuhan Yesus saya perkatakan kandungan ibu di jamah oleh Tuhan dengan Kasih-Nya yang ajaib dan biarlah kandungan di dalam ibu menjadi berkat bagi kemuliaan nama Tuhan! dalam nama Tuhan Yesus. Amen.

      Hapus
  4. Amin...
    Semoga sehat selalu🙏🙏🙏

    BalasHapus

Terima kasih